28 Januari, 2020

Headline

Terkait Kematian Pasien, Zulham Tuding Puskesmas Poigar Lalai! Tuuk, Petugas Jaga Tak Hubungi Dokter, Waduh

Terkait Kematian Pasien, Zulham Tuding Puskesmas Poigar Lalai! Tuuk, Petugas Jaga Tak Hubungi Dokter, Waduh

BOLMONG – Pernyataan keras disampaikan Zulham SE, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulut, dari Fraksi Partai Golkar, terkait dengan meninggalnya salah seorang pasien Puskesmas Poigar di RS karena dugaan kelalaian petugas.

“Sebagai wakil rakyat, saya menilai Puskesmas Poigar, diduga lalai dalam menjalankan tugasnya,” ungkap Sulham SE, Kamis (09/01/2020) di pesan WhatsApp ke media.

Sulham menduga, akibat kelalaian pihak Puskesmas Poigar, nyawa seorang Ibu warga Desa Mariri Baru, harus melayang, tegas dia.

Atas kejadian itu, Sulham mengaku pihaknya akan memanggil Kepala Puskesmas Poigar.

“Komisi III akan menindaklanjuti kejadian itu, dengan memanggil Kepala Puskesmas Poigar untuk di hearing. Bila perlu, akan merekomendasi ke Ibu Bupati, agar Kepala Puskesmas di ganti, apalagi kejadian ini sudah heboh di media sosial,” tegas Sulham SE, anggota Komisi III DPRD ini.

Terpisah, Kepala Puskesmas Poigar, Roy Tuuk, kepada media menjelaskan hal itu.

“Kemarin ada kunjungan dari Komisi III DPRD Bolmong ke Puskesmas Poigar. Dan permintaan klarifikasi atas kejadiaan yang berkembang di media sosial atas kelalaian petugas jaga atas pasien, oleh saya serta dokter, sudah disampaikan sesuai keteragan dari petugas jaga Puskesmas,” tulis Tuuk, di pesan WhatsApp, Kamis (09/01/2020).

Tuuk pun mengungkapkan kejadian itu. Di mana, sekira pukul 00.30 WITA, Rabu (08/01/2020) dini hari, Puskesmas Poigar, kedatangan pasien wanita bersama suaminya dengan maksud memeriksakan kesehatan karena merasa sakit di bagian dada, serta mengalami muntah, kata dia.

Pasien itu oleh petugas jaga Puskesmas langsung ditindaki sesuai prosedur, berupa memeriksa, dan menanyakan apa ada riwayat penyakit maag, dan oleh pasien diiyakan, lanjut Kepala Puskesmas Poigar menceritakan kronologinya.

Selanjutnya oleh petugas jaga, pasien diberikan obat sambil mengingatkan, untuk kembali lagi pada pagi hari.

“Usai diperiksa, pasien diberikan obat sambil mengingatkan untuk kembali lagi pada pagi hari. Namun setengah jam kemudian pasien kembali dan mengatakan sakitnya tidak hilang, bahkan obat yang di berikan dimuntahkan usai diminum, dan berharap di infus yang oleh petugas jaga dimungkinkan, namun diingatkan obat penghilang rasa nyeri tidak tersedia, yang oleh suami pasien mengatakan minta diberikan obat yang sama mengingat istrinya sudah memuntahkan obat yang diminum tadi,” lanjut Tuuk.

Soal dokter jaga yang tidak ada di Puskesmas, oleh Tuuk diakui.

“Petugas jaga tidak sempat menghubungi dokter, sehingga suami pasien berinisiatif membawa ke RS di Kotamobagu dengan kendaraan roda 2, karena sakit yang diderita istrinya tidak ada perubahan,” tambah Tuuk.

Namun Tuuk menyesalkan langkah yang diambil suami pasien yang enggan menggunakan mobil ambulance milik Puskesmas, padahal tersedia.

“Kami berharap suami pasien kembali ke Puskesmas untuk menggunakan mobil ambulance ke RS di Kotamobagu, namun tidak dilakukan,” ungkapnya.

Terkait dugaan kelalaian petugas, oleh Tuuk, diakui.

“Saya akui ada kelalaian dari petugas jaga Puskesmas yang tidak menghubungi dokter, padahal kami selalu mengingatkan untuk menghubungi dokter bila ada pasien,” beber Kepala Puskesmas Poigar, Roy Tuuk.

Untuk diketahui, pasien atas nama Dade Paputungan (50) meninggal dunia di RSU Monompia Kotamobagu, pada Rabu (08/01/2020) sikira pukul 08.00 WITA.
Sebelumnya, pasien dirawat di Puskesmas Poigar, karena petugas jaga tidak menghubungi dokter, serta ketersediaan obat kurang, suami pasien mengambil inisiatif dengan membawanya ke RSU Monompia Kotamobagu untuk mendapatkan penanganan medis lebih, namun tidak tertolong.(nd)

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *