28 Januari, 2020

Headline

Perkosa Penumpang, Sopir Taksi Online Ini Terancam Hukuman 7 Tahun

Perkosa Penumpang, Sopir Taksi Online Ini Terancam Hukuman 7 Tahun

HUKRIM – Kasus pemerkosaan kembali terjadi yang melibatkan driver taksi online di Surabaya dengan korban mahasiswi asal Malang, Jawa Timur.

Nama driver taksi online yang melakukan aksi asusila tersebut adalah BES alias Bambang, warga Perum Graha Regency Sidoarjo.

Akibat perbuatannya tersebut, sang driver taksi online tersebut harus menanggung hukuman berupa kurungan penjara selama 7 tahun.

Berikut 5 fakta kasus driver taksi online setubuhi mahasiswi asal Malang.

1. Kronologi Kejadian

Perisiwa tak senonoh dialami korban, RN saat ia hendak pulang ke tempat tinggalnya di apartemen yang ada di kawasan Jalan Kalisari, Surabaya.

Korban memesan taksi melalui aplikasi online yang saat itu dikendarai Bambang.

Pelaku melewati kawasan Midle East Ring Road atau MERR Surabaya dan memberhentikan mobil di salah satu halaman ruko.

Di situlah pelaku melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban.

Setelah itu, pelaku membawa korban ke Jalan Perak Barat dan menurunkannya di sana.

2. Langsung Dibekuk Beberapa Jam Kemudian

Setelah melakukan aksi asusila tersebut, Bambang, lantas pulang ke rumahnya di Sidoarjo.

Pihak kepolisian yang menerima laporan korban, langsung melakukan pelacakan pelaku melalui unit Jatanras Polrestabes Surabaya.

Tak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk membekuk pelaku.

Ia ditangkap oleh petugas di kediamannya, beberapa jam setelah aksi perampasan dan persetubuhan terhadap mahasiswi tersebut.

3. Bambang Terima Getahnya

Setelah berhasil dibekuk dan terbukti melakukan tindakan asusila kepada mahasiswi asal Malang, Bambang pun harus menerima getahnya.

Habis diper***a, terdakwa diturunkan di Jalan Rajawali,” kata Jaksa Made seusai sidang beberapa waktu lalu.

Saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, majelis hakim menuntutnya hukuman 7 tahun penjara, Selasa (3/12/2019).

“Menjatuhkan vonis penjara selama tujuh tahun.

Menetapkan bahwa pidana tersebut dihitung sejak terdakwa menjalani masa penahanan,” kata hakim Mashuri Effendie saat membacakan amar putusan

4. Korban Rugi Moril dan Materiil

Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan perbuatan terdakwa Bambang sudah meresahkan masyarakat.

Khususnya merugikan saksi RN secara moril dan meteriil sebagaimana diatur dan diancam dalam dakwaan JPU.

Putusan majelis hakim ini jauh lebih ringan dari tuntutan sembilan tahun penjara dari JPU Ni Made Sri Astri Utami dari Kejari Tanjung Perak.

Ia pun menyikapi putusan itu dengan menyatakan pikir-pikir.

“Kami pikir-pikir selama sepekan yang mulia.

Oleh karena itu kami memohon untuk segera mendapatkan salinan putusan,” kata Ni Made kepada majelis hakim, seperti dilansir tribunkaltim.co

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *