28 Januari, 2020

Headline

Kecewa Pelayanan Puskesmas Poigar, PMI Sulut Minta Bupati Bolmong Ambil Sikap

Kecewa Pelayanan Puskesmas Poigar, PMI Sulut Minta Bupati Bolmong Ambil Sikap

BOLMONG – Wakil Ketua PMI Sulawesi Utara, yang juga tokoh masyarakat BMR, Firasat Mokodompit, SE, mengungkapkan rasa kekecewaannya atas kinerja dari petugas medis di Puskesmas Poigar, sehingga nyawa seorang pasien asal Desa Mariri Baru, Bolaang Mongondow, tak tertolong.

Menurut putra kelahiran Desa Poigar ini, kejadian itu sangat memeriskan hati.

“Kejadian itu memiriskan hati kita semua sebagai warga Bolaang Mongondow, terlebih warga Desa Poigar, karena korban meninggal dunia akibat dugaan tidak tertangani secara baik saat berobat ke Puskesmas Poigar,” kata Ka Fir, sapaan akrabnya, Jum’at (10/01/2020).

Namun dirinya bangga atas sikap Kepala Puskesmas Poigar, atas pernyataan mengakui adanya kelalaian petugas medis dalam menangani pasien gawat, ungkap Firasat.

Meski memuji sikap Kepala Puskesmas, Firasat menyentil kinerja dari petugas jaga yang tidak tanggap saat menerima pasien gawat darurat, berupa tidak menghubungi dokter saat pasien perlu penanganan khusus, dan terkesan adanya pembiaran saat pasien di bawah ke RS oleh keluarga, terlebih tanpa rujukan, serta menggunakan kendaraan pribadi berupa sepeda motor, sentil tokoh masyarakat BMR ini.

Atas kejadian itu, mantan Dirut PD Gadasera Bolaang Mongondow ini berharap, Bupati, serta pejabat terkait untuk mengambil langkah tegas.

“Selaku tokoh masyarakat, tentu menyayangkan perilaku dari petugas medis di Puskesmas Poigar. Olehnya saran kami agar Bupati, serta Kepala Dinas Kesehatan, untuk mengambil langkah tegas atas kejadian itu, serta berharap pelayanan Puskesmas di semua Desa untuj ditingkatkan agar kejadian seperti ini tidak terrulang lagi,” pinta Firasat di pesan WhatsApp, Jum’at (10/01/2020) tadi.

Sebelumnya, hal yang sama dilakukan anggota Komisi Tiga DPRD Bolaang Mongondow, Zulham SE. Menurut politisi Partai Golkar ini, Puskesmas Poigar, diduga lalai dalam menjalankan tugasnya, sehingga mengakibatkan nyawa seorang pasien tidak tertolong, kata dia, Kamis (09/01/2020) di pesan WhatsApp.

Sementara Kepala Puskesmas Poigar, Roy Tuuk, kepada media mengakui adanya kelalaian dari petugas medis.

“Saya akui ada kelalaian dari petugas jaga Puskesmas yang tidak menghubungi dokter, padahal kami selalu mengingatkan untuk menghubungi dokter bila ada pasien,” kata Roy mengakui.

Untuk diketahui, seorang pasien perempuan asal Desa Mariri Baru, meninggal dunia di salah satu RSU yang ada di Kotamobagu, pada Rabu (08/01/2020) sikira pukul 08.00 WITA.
Di mana sebelumnya pasien tersebut dirawat pada Puskesmas Poigar, namun karena petugas jaga tidak menghubungi dokter, serta ketersediaan obat kurang, keluarga (suami) pasien mengambil inisiatif membawanya dengan kendaraan roda dua pada dini hari.(nd)

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *