28 Januari, 2020

Headline

Pasar Malam di Kotamobagu Diduga Tawarkan Permainan Berbau Judi

Pasar Malam di Kotamobagu Diduga Tawarkan Permainan Berbau Judi

HUKRIM, KOTAMOBAGU – Selain menawarkan wahana permainan bagi anak-anak, pengelola pasar malam yang biasa di sebut “drembulan”, di lapangan Sepak Bola Sinindian, Kelurahan Sinindian, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kotamobagu, diduga juga menyediakan arena judi jenis permainan yakni arena ketangkasan bola giling.

Kegiatan yang sudah berjalan sepekan (13/12/19), amatan awak media ada beberapa lapak yang menyediakan arena ketangkasan dengan menggunakan rokok sebagai taruhan.

Pengunjung bisa ikut bermain di arena ketangkasan itu dengan cara membeli 6 kupon seharga Rp 10 ribu, selanjutnya dipasang pada nomor-nomor yang tertera di papan.

Setelah seluruh taruhan di pasang pada nomor, bandar secara bersamaan memberi kode yang disusul dengan dilemparnya bola oleh panitia. Jatuhnya bola pada nomor yang dipasang, itulah yang menentukan pemenangnya.

Menariknya, bukan hanya orang dewasa yang bermain, pantauan media di arena itu, terlihat pula anak dibawah umur ikut memasang taruhan.

Kasat Intelkam Polres Kotamobagu, AKP Luther Tadhung, dikonfirmasi terkait ijin yang dikeluarkan atas kegiatan pasar malam yang diduga adanya arena ketangkasan berbau judi lewat pesan WhatsApp, Sabtu (21/12/19), mengatakan, pihaknya hanya menerbitkan ijin untuk kegiatan hiburan.

“Ijin yang diterbitkan untuk kegiatan hiburan rakyat keliling, berupa, dufan ceria indonesia, yang terdiri dari; wahana piring terbang, kincir angin, tong edan, rumah hantu, komedi putar, istana balon, odong – odong, kolombus, serta pancing mania,” kata Kasat Intelkam Polres Kotamobagu di pesan WhatsApp.

Untuk diketahui, mengutip Pasal 303 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi: “Yang disebut permainan judi adalah tiap-tiap permainan, di mana pada umumnya kemungkinan mendapat untung bergantung pada peruntungan belaka, juga karena pemainnya lebih terlatih atau lebih mahir. Di situ termasuk segala pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain-lainnya yang tidak diadakan antara mereka yang turut berlomba atau bermain, demikian juga segala pertaruhan lainnya.”

Dari ketentuan KUHP tersebut dapat kita lihat bahwa dalam permainan judi, terdapat unsur keuntungan (untung) yang bergantung pada peruntungan (untung-untungan) atau kemahiran/kepintaran pemain. Selain itu, dalam permainan judi juga melibatkan adanya pertaruhan.

KUHP sebagai lex generalis (hukum yang bersifat umum) memang tidak memberikan penjelasan secara rinci mengenai kegiatan apa saja yang dapat dikatakan sebagai “judi”. Namun, selain KUHP, ada ketentuan-ketentuan lain yang bersifat lebih khusus (lex specialis) yang dapat kita rujuk untuk mengerti lebih jauh mengenai larangan kegiatan perjudian ini yaitu antara lain UU No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian (“UU 7/1974”) dan PP No. 9 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan Penertiban Perjudian (“PP 9/1981”) sebagai peraturan pelaksananya.

Pasal 1 UU 7/1974 menyatakan semua tindak pidana perjudian sebagai kejahatan. Lebih jauh dan rinci mengenai permainan judi yang dilarang dapat kita temui dalamPenjelasan Pasal 1 ayat (1) PP 9/1981 yang meliputi:

a. Perjudian di Kasino, antara lain terdiri dari: Roulette, Blackjack, Baccarat, Creps, Keno, Tombola, Super Ping-pong, Lotto Fair, Satan, Paykyu, Slot machine (Jackpot), Ji Si Kie, Big Six Wheel, Chuc a Luck, Lempar paser/bulu ayam pada sasaran atau papan yang berputar (Paseran), Pachinko, Poker, Twenty One, Hwa-Hwe, Kiu-kiu.

b. Perjudian di tempat-tempat keramaian, antara lain terdiri dari perjudian dengan: lempar paser atau bulu ayam pada papan atau sasaran yang tidak bergerak, Lempar Gelang, Lempar Uang (Coin), Kim, Pancingan, Menembak sasaran yang tidak berputar, Lempar bola, Adu ayam, Adu sapi, Adu kerbau, Adu domba/kambing, Pacu kuda, Karapan sapi, Pacu anjing, Hailai, Mayong/Macak, Erek-erek.

c. Perjudian yang dikaitkan dengan alasan-alasan lain, antara lain perjudian yang dikaitkan dengan kebiasaan: Adu ayam, Adu sapi, Adu kerbau, Pacu kuda, Karapan sapi, Adu domba/kambing.

d. Tidak termasuk dalam pengertian penjelasan Pasal 1 huruf c termaksud di atas, apabila kebiasaan yang bersangkutan berkaitan dengan upacara keagamaan, dan sepanjang hal itu tidak merupakan perjudian.(nd)

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *