21 November, 2019

Warga Pinolosian Minta PLN Segera Ganti Rugi Tanaman Tumbuh Terkena Jalur SUTT

Warga Pinolosian Minta PLN Segera Ganti Rugi Tanaman Tumbuh Terkena Jalur SUTT

FORMAKINDONEWS.NET, BOLSEL – Warga masyarakat Kecamatan Pinolosian dan sekitarnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulut, resah dengan belum adanya kepastian dari pihak PT PLN Persero
unit pelaksana pelayanan pelanggan (UP3) Kota Kotamobagu, untuk mengganti rugi atas
tanaman tumbuh mereka yang telah di tebang BUMN ini guna pembangunan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

Keresahan warga Desa Pinolosian dan sekitarnya bukan tanpa alasan. Pasalnya proses ganti rugi atas tanaman tumbuh mereka yang merupakan janji PT PLN pada pertemuan di Balai Desa bulan Agustus kemarin, belum juga direalisasi. Sementara tanaman telah di tebang untuk jalur SUTT yang nantinya membentang di udara untuk menyalurkan tenaga listrik dari pusat pembangkit ke gardu induk (GI) atau dari GI ke GI lainnya yang disalurkan melalui konduktor yang direntangkan antara tiang-tiang (tower) melalui insulator-insulator dengan sistem tegangan tinggi.

Bahkan pihak PT PLN sendiri sudah melakukan pendataan atas jumlah tanaman yang telah mereka tebang, namun ganti rugi sebagaimana yang dijanjikan hingga 1 bulan pasca penebangan belum juga direalisasi, sementara warga menilai jika belum dilakukan penebangan mereka masih bisa memanen hasilnya.

Pemerintah Kecamatan dan Desa di Pinolisian dan sekitarnya juga mulai kebingungan atas belum dibayarkannya ganti rugi itu.

“Kami bingung, karena janji pihak PLN setelah menebang tanaman maka akan segera dibayar, tapi hasilnya sampai saat ini nihil. Dan kami sebagai pemerintah Kecamatan menjadi sasaran warga,” kata Camat Pinolosian, Hi Sumitro Paidiko, Senin (23/09/19).

Bahkan menurut dia, pihak pemerintah Kecamatan Pinolosian sudah berulang kali mempertanyakan hal tersebut ke pihak PLN, tapi jawaban mereka berkas permintaan ganti rugi sudah di kirim ke pusat.

“Saya setiap harinya didatangi masyarakat pemilik lahan yang akan dilewati proyek SUTT untuk mempertanyakan kejelasan ganti rugi tanaman mereka. Ketika itu saya tanyakan ke pihak PLN, jawaban mereka berkas permintaan ganti rugi sudah di kirim ke pusat, sementara dalam peŕtemuan sebelumnya proses ganti rugi tanaman tumbuh dibayar pasca penebangan,” ungkap Camat Pinolosian penuh heran.

 

 

Terpisah, salah seorang pemilik tanaman kepada media menyesalkan atas sikap PLN.

“Pihak PLN terkesan tidak jelas dan membiarkan masalah ini dengan belum melakukan proses ganti rugi sesuai janji mereka. Sementara tanaman kami sudah di tebang dan itu membuat kami resah,” beber Ahmadi M, warga Desa Nunuk Kecamatan Pinolosian.

Dia juga menjelaskan tanaman yang di tebang oleh PLN, merupakan sumber ekonomi mereka.

“Kelapa, cengkih, pala wija, serta tanaman lainnya menjadi sumber ekonomi kami. Setelah di tebang pihak PLN, kami kehilangan sumber ekonomi, dan janji untuk segera konpensasi atas penebangan itu belum juga direalisasikan,” tambah warga Desa Nunuk ini penuh kesal.

Diapun berharap, Camat, Sangadi, untuk bertanggungjawab akan persoalan ini dengan terus meminta pihak PLN segera merealisasikan janjinya.

“Jangan membuat kami kehilangan kesabaran atas persoalan ini. Pak Camat, dan Sangadi harus mempresure pihak PLN untuk segera merealisasikan janji mereka. Olehnya kami memberikan batas waktu bulan ini segera direalisasikan,” tandas Ahmadi M, warga Desa Nunuk Pinolosian sambil berharap DPRD Bolsel untuk dapat memanggil pihak PT PLN.

PT PLN Persero unit pelaksana pelayanan pelanggan (UP3) Kota Kotamobagu, dikonfirmasi hal tersebut ke salah satu petingginya di pesan WhatsApp, Selasa (24/09/19), hingga berita ini tayang belum juga ada balasan.

Untuk diketahui, warga sebelumnya menolak adanya proyek SUTT yang melintasi lahan mereka karena tanaman tumbuh mereka harus ditebang. Namun karena adanya ganti rugi dari pihak PLN seperti disampaikan Camat dan Sangadi (Kepala Desa,) hal itu disetujui.(ndox)

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *