21 November, 2019

Selamatkan Lingkungan, PLN Persero Kotamobagu dan Pemkab Bolmong Lakukan Restorasi Hutan Mangrove Baturapa

Selamatkan Lingkungan, PLN Persero Kotamobagu dan Pemkab Bolmong Lakukan Restorasi Hutan Mangrove Baturapa

FORMAKINDONEWS.NET, BOLMONG – Sebagai ekosistem yang sangat bermanfaat bagi lingkungan, saat ini keberadaan tanaman mangrove di Bolaang Mongondow terus terancam keberadaannya.

Melihat kondisi yang ada tersebut, PLN Persero Cabang Kotamobagu, Sulawesi Utara, bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), bertekad untuk menyelamatkan tanaman tersebut dari kerusakan.

Ini dibuktikan dengan kegiatan PLN Persero Cabang Kotamobagu, berupa pemberian bantuan bibit tanaman mangrove sebanyak 1.000 pohon yang setengahnya berasal dari PLN UP2D, bantuan uang sebesar Rp 60 juta dalam bentuk pembuatan gapura nama lokasi hutan mangrove di Desa Baturapa, serta pemberian tumbler minuman, Jum’at (26/07/19).

Manajer PLN Kotamobagu, Sulawesi Utara, Meyrina Turambi, dikegiatan tersebut mengatakan, keberadaan hutan mangrove sebagai ekosistem yang harus kita jaga bersama karena banyak sekali manfaatnya.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility PLN, sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan,” ungkap Meyrina.

Konsepnya menurut Meyrina adalah menanam mangrove untuk meningkatkan perekonomian warga, melestarikan lingkungan, serta menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Bolaang Mongondow.

“Harapan ke depannya lokasi hutan mangrove yang ada di Desa Baturapa ini menjadi tujuan wisata unggulan di Bolaang Mongondow, apalagi lokasinya yang eksotis tentu memiliki daya tarik yang luar biasa. Olehnya dukungan warga sekitar sangat diharapkan dalam menjaga lingkungan guna terwujudnya apa yang diharapkan,” pinta Meyrina disambutannya.

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow sendiri, lewat Sekretaris Daerah, Tahlis Gallang, mengapresiasi langkah PLN.

“Apresiasi sebesar-besarnya kami berikan ke pihak PLN Kotamobagu atas kepedulian terhadap lingkungan,” kata Tahlis.

Menurutnya, PLN dapat menjadi pionir dalam hal ini. Dan bagi perusahaan-perusahaan lain di Bolaang Mongondow, agar bisa mengikuti jejak PLN untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, ungkap Sekda Tahlis Gallang.

Untuk diketahui, kehilangan dan kerusakan hutan mangrove bisa menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti ekologi, ekonomi dan sosial. Mengingat, mangrove yang baik terbukti melindungi pesisir pantai, termasuk manusia yang menghuninya dari hempasan tsunami dan angin badai.

Di samping itu, manfaat hutan mangrove sangat penting bagi habitat lain, seperti ikan, udang, kepiting, burung air, dan mamalia laut. Mangrove sendiri tercatat sebagai ekosistem terproduktif dari ekosistem daratan manapun di dunia, karena mangrove merupakan awal dari rantai makanan di pesisir pantai.***

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *