21 November, 2019

Lidik Krimsus RI Minta Hukum Berat Dugaan Pelaku Perambahan HL dan HPT Puncak Tonggara

Lidik Krimsus RI Minta Hukum Berat Dugaan Pelaku Perambahan HL dan HPT Puncak Tonggara

FormakIndonews. Kotamobagu – Kerusakan Kawasan Hutan yang ada di Indonesia selalu terjadi dan meresahkan makhluk hidup yang membutuhkan Hutan sebagai tempat beradaptasi maupun menjadi sumberdaya hidup semua makhluk hidup.

Hutan yang ada di Indonesia khususnya Hutan Hujan Tropis yang berada di Indonesia tergolong sangat banyak. Hutan-hutan di Indonesia yang umumnya merupakan tempat sejuk sudah mulai berkurang akibat adanya perusakan lingkungan.

Perusakan lingkungan sendiri ada beberapa macam di antaranya perusakan alam oleh bencana alam dan perusakan alam oleh ulah manusia sendiri. Seperti kerusakan hutan di Puncak Tonggara Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow.

Wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan ini di duga Hutan Lindung nya sudah sangat parah akibat perambahan secara besar-besaran oleh Pengusaha keturunan Tionghoa.

Di duga sekitar 200 Hektar lebih sudah di babat, Dugaan kasus perambahan Hutan Lindung, Hutan Produksi Terbatas kasusnya saat ini lagi bergulir di Polres BM, Bahkan terinformasi pengusaha keturunan Tionghoa tersebut sudah di panggil Satreskrim BM untuk di mintai keterangan sebbanyak dua kali panggilan oleh penyidik, namun dengan alasan berobat ke singapore, hingga penyidik polres BM belum bisa meminta keterangan kepada yang bersangkutan.

Perlu di ketahui dugaan perambahan HL dan HPT di kawasan Puncak Tonggara akses masuknya sengaja di buat dengan menggunakan alat berat hingga bisa di lalui oleh kendaraan besar serta akses masuknya di duga mengambil lahan di kawasan HL dan HPT, Atas ulah pengusaha tersebut, masyarakat pun berang, “ingat perambahan HL dan HPT di puncak tonggara adalah hutan penyangga Taman Nasional, apabila terjadi pembabatan secara besar-besaran akan mempengaruhi habitat makhluk hidup yang ada dilamnya, apalagi kalau berbicara Hutan Konservasi langsung berbatassan dengan HL yang diawasi oleh BTN Nani Wartabone akan membuat Hewan Cagar Alam Semakin Banyak Yang punah karena tidak ada lagi Habita tempat tinggalnya, olehnya proses Hukum kepada oknum pengusaha yang di duga lakukan perambahan harus diadili dengan seadil-adilnya,” jelas Wasekjen Lidik Krimsus RI Ali Imran Aduka, kepada awak media saat di mintai tanggapan, Kamis (08/09) sore tadi.

“Ingat, Hutan yang terdiri dari beribu-ribu pohon memiliki peran sangat penting dalam menjaga kelangsungan kehidupan di sekelilingnya, kaya akan oksigen, satwa maupun tumbuhan, maka Ketika di babat habis-habisan dengan dalil untuk pemanfaatan lain (lahan perkebunan) maka akan menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan sekelilingnya, apalagi Hutan di Indonesia kini semakin berkurang dari 162 juta Ha menjadi 88,17 juta Ha, setara dengan 46,3 persen dari luas total daratan Indonesia.

Olehnya langkah yang di lakukan Kepolisian Resort Bolaang Mongondow dalam mengusut dugaan perambahan HL dan HPT oleh oknum pengusaha keturunan ini tentu sangat kami suport seratus persen jika perlu hukum berat, agar menjadi pelajaran buat kita semua,” tutupnya. (Ando Lobud)

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *